Fokus Riset Teks Suci
Mengkaji literatur Al-Qur'an melalui pendekatan riset kontemporer yang terintegrasi penuh dengan Agenda Riset Keagamaan Nasional (ARKAN).
Mengkaji literatur suci Al-Qur'an secara komprehensif menggunakan pendekatan riset kontemporer untuk melahirkan ilmuwan yang mampu merespons tantangan dan isu-isu masyarakat modern.
Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) difokuskan untuk mengkaji literatur suci Al-Qur'an secara komprehensif menggunakan pendekatan riset kontemporer guna melahirkan ilmuwan yang mampu merespons tantangan dan isu-isu masyarakat modern.
Pembelajaran pada program studi ini menerapkan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang terintegrasi-interkoneksi dan mengacu penuh pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Sejalan dengan visi institusi yang mengedepankan budaya riset (Research Culture), kajian pada prodi ini diarahkan untuk mendukung Agenda Riset Keagamaan Nasional (ARKAN), khususnya difokuskan pada sub-tema studi teks suci agama.
Untuk menjamin kualitas kompetensi lulusan, mahasiswa wajib menempuh beban studi berkisar antara 140 hingga 160 SKS (minimal 144 SKS) yang diselesaikan dalam masa studi normal selama 8 semester.
Kami memiliki ekosistem akademik yang memadukan tradisi keilmuan Islam dengan pendekatan riset kontemporer. Temukan alasan mengapa program studi ini menjadi pilihan tepat untuk membangun kapasitas keilmuan Anda dalam merespons tantangan dan isu-isu masyarakat modern.
Mengkaji literatur Al-Qur'an melalui pendekatan riset kontemporer yang terintegrasi penuh dengan Agenda Riset Keagamaan Nasional (ARKAN).
Menerapkan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) berstandar nasional yang memastikan penguasaan ilmu tafsir secara holistik, mendalam, dan terstruktur.
Pembelajaran didukung ekosistem pondok pesantren berhaluan Ahlussunnah Waljama’ah, membentuk intelektual yang berakhlak mulia dan ikhlas mengabdi.
Mahasiswa dididik untuk tidak sekadar memahami teks klasik, tetapi secara aktif mampu menafsirkan dan merespons tantangan isu-isu masyarakat modern
Lembaga riset, kajian keislaman, dan perguruan tinggi.
Ulama, pendakwah, dan pembimbing spiritual masyarakat.
Kementerian Agama dan berbagai instansi pemerintahan.
Pondok pesantren, madrasah, dan platform edukasi Islam.