KUNINGAN — Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan apresiasi tinggi atas peluncuran (grand launching) Institut Agama Islam (IAI) Al-Ikhlash Kuningan yang digelar pada Rabu (2/9/2026). Momentum bersejarah kampus berbasis pesantren ini dinilai bukan sekadar peresmian lembaga pendidikan tinggi baru, melainkan sebuah manifestasi perjuangan panjang dalam membangun karakter generasi muda yang unggul di Jawa Barat.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat, Andrie Kustria Wardana, S.STP., M.Si., CRBD, yang hadir langsung mewakili Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat. Di hadapan sekitar 500 undangan yang memadati kompleks kampus, perwakilan Pemprov Jabar ini menyebut ada keselarasan nilai yang sangat kuat antara falsafah Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash dengan program strategis pemerintah daerah.
“Saat masuk ke lingkungan Al-Ikhlash, kami melihat adanya nilai-nilai Panca Jiwa. Nilai ini berada dalam satu frekuensi, penafsiran, dan pemahaman yang sama dengan program ‘Panca Waluya’ yang sedang digaungkan oleh pemerintah provinsi,” ujar Andrie saat membacakan sambutan tertulis Pemprov Jabar.
Andrie menjelaskan, jika Pemprov Jabar saat ini gencar menyuarakan Panca Waluya sebagai fondasi pendidikan karakter bagi anak bangsa dan generasi Jawa Barat yang berbasis pada prinsip kesundaan, maka Pesantren Al-Ikhlash telah lama menanamkan Panca Jiwa. Ia secara khusus mengagumi nilai ‘Keikhlasan’ dan ‘Kebebasan’ yang ditanamkan institusi ini. “Kebebasan di sini adalah kebebasan berpikir yang tetap kokoh berlandaskan Al-Qur’an dan Hadis,” tambahnya.
Lebih lanjut, Pemprov Jabar menegaskan bahwa kehadiran IAI Al-Ikhlash Kuningan sangat sejalan dengan visi misi provinsi dalam melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Orang-orang yang mengeyam pendidikan tinggi di tempat ini diyakini akan menjadi bagian penting yang mampu mengubah dan mempersiapkan peradaban masa depan.

Terkait langkah strategis IAI Al-Ikhlash yang langsung membangun jaringan internasional dengan IMAM Foundation asal Manchester, Inggris (UK), Pemprov Jabar memberikan catatan mendalam dari perspektif Islam. “Membangun jaringan bukan sekadar menghubungkan antarlembaga, tetapi kita harus meyakini ada takdir dan master plan yang dibangun oleh Allah SWT untuk kita semua,” kata Andrie menanggapi agenda MoU internasional tersebut.
Perhelatan akbar ini turut diramaikan dengan agenda Daurah Internasional Khotib wa Imam yang diikuti oleh utusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) tingkat kecamatan se-Kabupaten Kuningan. Acara kemudian dipungkasi dengan agenda pengukuhan Dewan Kurator, penyerahan cinderamata kepada para tokoh, serta pembacaan komitmen bersama oleh seluruh ikatan alumni.
Melalui peresmian operasional ini, IAI Al-Ikhlash Kuningan yang kini membuka empat program studi sarjana—Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Pendidikan Agama Islam (PAI), Tadris Bahasa Inggris (TBI), serta Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT)—diharapkan mampu memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus menjaga semangat NKRI melalui penguatan karakter berbasis kepesantrenan.



