KUNINGAN — Perwakilan Kopertais Wilayah II Jawa Barat memberikan catatan strategis dan motivasi besar dalam perhelatan Grand Launching Institut Agama Islam (IAI) Al-Ikhlash Kuningan, Rabu (2/9/2026). Kehadiran institut baru berbasis pesantren ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat keilmuan, tetapi juga mampu mengelola kelembagaan secara modern demi kemajuan bangsa.
Hal tersebut ditegaskan oleh perwakilan Kopertais Wilayah II Jawa Barat, Dr. Saca Suhendi, M.Pd., saat menyampaikan sambutan di hadapan sekitar 500 undangan dan tokoh masyarakat yang hadir. Ia menekankan bahwa berdirinya IAI Al-Ikhlash merupakan sebuah wujud kepercayaan besar dari negara yang harus dijawab dengan peningkatan kualitas mutu secara menyeluruh.
“Tidak ada satu lembaga pendidikan pun di negara kita yang bisa maju tanpa dibina oleh sebuah manajemen yang baik. Kehadiran institut ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk terus meningkatkan kapasitas sumber daya dosen, sarana prasarana, serta mempertajam kualitas riset agar mampu bersaing dengan institusi lain,” ujar Dr. Saca.
Lebih lanjut, Kopertais Wilayah II Jabar mengajak seluruh sivitas akademika IAI Al-Ikhlash Kuningan untuk tidak cepat berpuas diri dan berani mematok target yang lebih tinggi ke depan. Menurutnya, kesuksesan sebuah lembaga pendidikan sangat ditentukan oleh perencanaan yang matang (well-planned) dan impian yang besar.
“Jika kita ingin sukses membangun kelembagaan, kita harus berusaha berpikir jauh ke depan. Jangan hanya sebatas institut, tetapi kita harus bermimpi dan merencanakan langkah nyata sejak dini agar kelak lembaga ini mampu bertransformasi menjadi sebuah universitas,” tambahnya yang disambut antusias oleh hadirin.
Dr. Saca juga mengingatkan bahwa status institut ini membuka ruang kerja sama yang sangat luas dengan berbagai perguruan tinggi terkemuka lintas negara, seperti jalinan kemitraan yang baru saja disepakati bersama IMAM Foundation UK. Pergaulan akademik internasional tersebut dinilai akan mengubah motivasi dan mendongkrak rasa percaya diri, baik bagi dosen, mahasiswa, maupun para alumni.
Di akhir sambutannya, ia memberikan pesan filosofis yang mendalam mengenai pentingnya kontribusi sekecil apa pun dari kampus untuk masyarakat luas. “Kalau kita tidak bisa membuat jalan besar untuk orang lain, maka buatlah jalan kecil agar orang lain dapat menemukan jalan besar mereka. Apapun urusannya tidak ada yang sulit, yang sulit adalah mereka yang tidak mau berusaha,” pungkasnya sambil mengutip ayat Al-Qur’an tentang perubahan nasib suatu kaum.
Dengan resmi diluncurkannya empat program studi sarjana—Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Pendidikan Agama Islam (PAI), Tadris Bahasa Inggris (TBI), serta Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT)—IAI Al-Ikhlash Kuningan kini ditantang untuk merealisasikan tata kelola manajemen mutu terbaiknya demi kemaslahatan umat.



